image

Jenis – Jenis Visa Jepang

Jepang merupakan salah satu negara yang cukup banyak dikenal dan diminati oleh masyarakat Indonesia, baik untuk melancong maupun bekerja. Banyak destinasi wisata yang dapat dikunjungi di sini, mulai dari musim panas dengan festival kembang api, hingga pesona sakura yang begitu mengesankan. Begitu pula dengan bekerja di Jepang, siapa yang tidak tertarik dengan negara maju satu ini dan impian gaji besarnya. Namun yang perlu kita perhatikan adalah Jepang bukan negara bebas visa. Oleh karena itu harus kita pahami dulu apa itu visa.

Apa Itu Visa?

Jepang merupakan negara yang tidak bebas visa, yang berarti untuk dapat menginjakan kaki di negara ini kita harus mempunyai visa sebagai tiket atau ijin masuk ke Jepang. Menurut KBBI, visa adalah izin masuk ke negara lain atau izin tinggal sementara di negara lain yang diberikan oleh pejabat pemerintah yang berwenang di negara yang dikunjungi.

Bentuk dokumen ini pun beragam, tergantung dari negara yang mengeluarkannya. Ada yang berbentuk stempel, ada pula yang berupa stiker yang ditempel pada paspor, ada juga yang berupa soft file.

Untuk visa yang berbentuk soft file, sering juga disebut eVisa. Proses pembuatannya dilakukan sebelum menginjakan kaki di negara tujuan. Nanti hasil akhirnya bukan berupa stiker, melainkan file yang dikirim via email.

Macam -macam Visa

1. Bebas Visa

Negara negara berikut ini tidak mensyaratkan adanya dokumen ini ketika kamu berkunjung. Kamu hanya perlu berbekal paspor dan identitas diri lain. Namun tak menutup kemungkinan begara tujuan meminta dokumen tambahan seperti menunjukan tiket pulang pergi.

Walau bebas visa, bukan berarti kamu boleh berlama lama tinggal disana. Selalu ada batas waktu tinggal maksimal yang diterapkan oleh masing masing negara.

2. eVisa

Dokumen ini dibuat dengan cara online dengan hasil akhir berupa soft file yang dikirim via email. Pemohon hanya cukup memasukkan data diri yang diminta, kemudian melakukan pembayaran pada saat itu juga melalui kartu kredit.

Nanti, dokumen ini akan dikirim via email. Namun ketika nanti sampai pintu Imigrasi negara tujuan, pemilik eVisa tetap harus menunjukan dokumen yang diminta (disebutkan di website pendaftaran) kepada petugas Imigrasi setempat.

3. Visa On Arrival

Jenis dokumen ini memperbolehkan kamu mengurus izin masuk setelah sampai di negara tujuan. Jadi kamu enggak perlu bolak balik ke kedubes tujuan yang berlokasi di negara asal kamu.

Masa berlaku dan maksimal waktu perpanjangannya berbeda beda antara satu negara dengan yang lain. Untuk jenis on arrival, cap atau stiker akan diberikan di pintu imigrasi negara tujuan, dan di sini pula lah pemilik dokumen harus membayar biaya visa.

4. Visa Sebelum Kedatangan

Negara negara berikut adalah mereka yang menerapkan peraturan bahwa visa harus didapat sebelum memasuki negara tujuan. Untuk mendapatkan dokumen ini, pemohon bisa mendatangi kedubes negara tujuan, travel agent atau badan yang ditunjuk oleh negara yang bersangkutan tersebut.

Jenis – Jenis Visa Jepang

Setelah menentukan tujuan ke Jepang, kalian harus terlebih dulu tahu jenis-jenis visa yang ditawarkan oleh Pemerintah Jepang. Kalian harus pahami dengan betul jenis visa yang akan dipilih.

a. Temporary Visit Visa

Visa ini mencakup kunjungan sementara, seperti Visa Kunjungan Sementara untuk Tujuan Kunjungan Keluarga, Visa Kunjungan Sementara untuk Tujuan Kunjungan Keluarga (apabila Pengundang adalah WN Jepang yang berdomisili di Indonesia), Visa Kunjungan Sementara untuk Kunjungan Teman, Visa Kunjungan Sementara untuk Kunjungan Wisata dengan Biaya Sendiri, dan Visa Kunjungan Sementara untuk Tujuan Bisnis

Bagi pemegang visa ini, izin tinggal di Jepang yang diberikan adalah maksimal 90 hari. Khusus untuk kunjungan bisnis, maka pemegang visa ini tidak diperbolehkan bekerja atau menghasilkan uang di Jepang.

b. Special Visa

Sesuai namanya, visa ini diberikan khusus dengan tujuan kunjungan tertentu. Di antara jenis visa ini adalah Visa Pelajar/ Bekerja/ Pelatihan/ Menetap dalam jangka waktu tertentu/Pekerja Berketrampilan Spesifik. Perbedaan mendasar dengan visa kunjungan sementara, pemegang visa ini diizinkan untuk menghasilkan uang selama berada di Jepang.

c. Transit Visa

Visa ini diperlukan bagi yang dalam perjalanan ke luar negeri, tetapi pesawat yang ditumpangi perlu transit terlebih dahulu di Jepang. Visa transit memiliki jangka waktu berlaku maksimal hingga 15 hari.

d. Visa Single Entry Untuk Tujuan Group Tour bagi WNI

Visa khusus ini merupakan program penguatan kerjasama bilateral antara pemerintah Jepang di Indonesia. Kebijakan yang berlaku sejak 2014 ini mengatur visa sekali jalan bagi wisatawan yang menggunakan travel agent tertentu. Agen perjalanan lokal yang ditunjuk oleh Kedutaan Besar atau Kantor Konsulat Jepang akan menjadi perantara dalam pembuatan visa. Keuntungan visa ini karena pemohon visa tidak dipersyaratkan untuk melampirkan dokumen yang harus membuktikan kondisi finansial stabil.

e. Visa Multiple Entry 

Visa kunjungan berkali-kali ini biasanya digunakan bagi yang memang memiliki urusan dan memerlukan kunjungan pulang-pergi ke Jepang secara berkala. Berbagai keperluan yang memungkinkan permohonan visa multiple entry adalah liburan, kunjungan keluarga, maupun bisnis (yang tak menghasilkan uang di Jepang). Visa ini memiliki jangka waktu menetap maksimum selama 3 bulan. Namun, masa berlakunya hingga 2 tahun. Jadi pemegang visa ini harus keluar Jepang dulu jika telah tinggal selama 3 bulan, kemudian memperbarui masa stay period hingga masa berlakunya habis.

Sumber:

  1. https://indonesia.go.id/layanan/keimigrasian/sosial/panduan-cara-membuat-visa-ke-luar-negeri
  2. https://blog.tripcetera.com/id/panduan-mengurus-visa-jepang/
  3. https://ohayojepang.kompas.com/

leave your comment


Your email address will not be published. Required fields are marked *